Tampilkan postingan dengan label SADURAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SADURAN. Tampilkan semua postingan

PANAH SYAITAN BAG 3

Kamis, 25 Februari 2010

PANAH KETIGA:
SANJUNGAN YANG MENGHANYUTKAN

Imam Ats-Tsauri menuturkan: "Apabila engkau bukan termasuk orang yang takjub terhadap diri sendiri, hal lain yang perlu diingat ialah; hindarilah sifat senang disanjung orang." Maksudnya bukan orang lain tidak boleh memuji perbuatanmu itu, tetapi janganlah kamu meminta pujian dari orang lain. Hendaknya engkau selalu berhubungan dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala (dengan selalu mengingatnya-pent). Dalam sebuah hadits disebutkan:

"Barangsiapa yang mencari ridha Allah Subhanahu wa Ta'ala, meskipun menimbulkan kemarahan manusia, niscaya Allah Subhanahu wa Ta'ala akan meridhainya dan akan membuat manusia ridha terhadapnya. Dan barangsiapa yang mencari kesenangan manusia, hingga membuat Allah murka maka Allah murka kepadanya dan membuat manusia murka terhadapnya." (HR. At-Tirmidzi).

PANAH SYAITAN BAG 2

Senin, 22 Februari 2010
PANAH KEDUA:
PENYAKIT UJUB TERHADAP DIRI SENDIRI DAN AMAL
 
Salah seorang ulama salaf pernah berkata: "Seorang yang ujub akan tertimpa dua kehinaan, akan terbongkar kesalahan-kesalahannya dan akan jatuh martabatnya di mata manusia."
Salah seorang ahli hikmah berkata: "Ada seorang yang terkena penyakit ujub, akhirnya ia tergelincir dalam kesalahan karena saking ujubnya terhadap diri sendiri. Ada sebuah pelajaran yang dapat kita ambil dari orang itu, ketika ia berusaha jual mahal dengan kemampuan dirinya, maka Imam Syafi'i pun memban-tahnya seraya berseru di hadapan khalayak ramai: "Barangsiapa yang mengangkat-angkat diri sendiri seca-ra berlebihan, niscaya Allah Subhanahu wa Ta'ala akan menjatuhkan mar-tabatnya."

PANAH SYAITAN BAG 1

Minggu, 21 Februari 2010
PANAH PERTAMA:
NILAI KETAATAN YANG MEMUDAR DAN MELEMAH
 
Seringkali kita melihat seseorang sebut saja si Fulan yang meningkat nilai ketaatannya kepada ajaran agama, namun begitu tidak kelihatan (menghilang) beberapa waktu saja, tiba-tiba suatu hari kita dikejutkan dengan keadaan ketaatannya sudah jauh menurun. Sebagai contoh, lihatlah keadaan kaum muslimin di awal bulan Ramadhan (yang penuh dengan ibadah dan ketaat-an), kemudian bandingkan dengan keadaan mereka be-berapa hari atau beberapa bulan setelah Ramadhan berlalu, kita akan dapat melihat perbedaan yang amat mencolok.
Memudar dan melemahnya nilai ketaatan adalah dengan meninggalkan ketaatan itu sendiri atau tidak mempertahankan keutuhan nilai-nilai agama di dalam diri berupa amal-amal shalih, akhirnya jatuh kepada perkara haram. Ada beberapa fenomena yang dapat kita saksikan di tengah-tengah kaum muslimin berkaitan de-ngan masalah ini, sebagai berikut: