MANUSIA DAN FITRAH

Rabu, 03 Februari 2010
Manusia, apa yang terbesit pertama kali di pikiran anda saat mendengar kata itu disebutkan? Pastilah anda akan menyatakan “saya manusia”… hehehe. Hanya itukah, atau anda akan berpikir lagi, untuk mendeskripsikan kata yang satu ini. Tak bisa di pungkiri lagi, makhluk ciptaan Alloh subhana wa ta’ala yang satu ini adalah satu-satunya makhluk yang dapat dikatakan sempurna.

Dengan segala macam sifat yang merupakan sunatulloh dan beragam kebutuhan yang menyebabkan dia (manusia) mencari cara agar kebutuhannya dapat terpenuhi. Bisa dengan jalan yang lurus dan mungkin tak sedikit yang juga menempuh jalan pintas demi mempertahankan kehidupan di planet bumi ini. Namun semua pilihan dalam kehidupan ini kembali kepada diri kita masing-masing, jalan mana yang menurut kita dapat mengantar kita pada kebahagiaan, tanyakan pada hati kecil anda.



BERBAIK SANGKA HATI TENANG


Tidak ada yang lebih menenangkan bagi hati seseorang pada kehidupan ini dari pada berbaik sangka, dengannya ia bisa terhindar dari berbagai penyakit yang membingungkan yang menyerang hati dan merusak pikiran. Sesungguhnya berbaik sangka menyebabkan kepada selamatnya hati, dan menopang ikatan kasih sayang diantara sesama, hati tidak terhinggapi rasa kebencian maupun iri dengki. Hal ini sebagai wujud dar sabda Nabi Shalallohu alaihi wa Sallam
“Hati-hatilah kalian terhadap persangkaan, dikarenakan persangkaan adalah sedusta-dustanya perkataan, dan jangan saling curiga (memata-matai) saling mencari kesalahan, saling hasud, saling membenci, dan saling membelakangi, dan jadilah kalian bersaudara……..” (HR. Bukhari).

ISLAM DAN KESEHATAN



Islam adalah agama yang sempurna, adalah agama yang mengatur semua sendi dalam setiap kehidupan penganutnya guna membangun kehidupan yang bahagia dunia dan akhirat kelak. Salah satu faktor yang sangat diperhatikan oleh islam adalah kesehatan (lahir dan batin). Islam mengerti benar, bahwa dengan kesehatanlah semua bentuk peribadatan dapat dijalankan. Kesehatan adalah nikmat yang patut disyukuri, dimana Rosululloh Shalallohu ‘alaihi wa Sallam menempatkannya sebagai nikmat kedua setelah nikmat iman, dimana Beliau bersabda
“Mohonlah kepada Alloh pengampunan, kesehatan (zhohir batin) dan keyakinan di dunia dan akhirat. Sesungguhnya Alloh tidak memberikan kepada seseorang setelah keyakinan (iman) yang lebih baik dari pada kesehatan.” (hadits riwayat ahmad, tirmidzi, dan ibnu majah dari Abu Bakar Rodhiallohu anhu, sahih sanadnya dari Ibnu Abbas Rodhiallohu anhu).
Dari sini terlihat bahwa agama islam sangat menekankan akan pentingnya kehidupan yang sehat. Banyak dalil baik Quran maupun Sunnah Nabi Shalallohu ‘alaihi wa Sallam yang mengajarkan bagaiman menerapkan kehidupan yang sehat, baik sehat lahir maupun sehat batin.