MANUSIA DAN FITRAH

Rabu, 03 Februari 2010
Manusia, apa yang terbesit pertama kali di pikiran anda saat mendengar kata itu disebutkan? Pastilah anda akan menyatakan “saya manusia”… hehehe. Hanya itukah, atau anda akan berpikir lagi, untuk mendeskripsikan kata yang satu ini. Tak bisa di pungkiri lagi, makhluk ciptaan Alloh subhana wa ta’ala yang satu ini adalah satu-satunya makhluk yang dapat dikatakan sempurna.

Dengan segala macam sifat yang merupakan sunatulloh dan beragam kebutuhan yang menyebabkan dia (manusia) mencari cara agar kebutuhannya dapat terpenuhi. Bisa dengan jalan yang lurus dan mungkin tak sedikit yang juga menempuh jalan pintas demi mempertahankan kehidupan di planet bumi ini. Namun semua pilihan dalam kehidupan ini kembali kepada diri kita masing-masing, jalan mana yang menurut kita dapat mengantar kita pada kebahagiaan, tanyakan pada hati kecil anda.




1. Lemah
Salah satu sifat yang terlihat dari manusia adalah kelemahan. Pernahkah anda menangis? Pertanyaan ini saya lontarkan begi anda yang tidak mengakui memiliki sifat lemah ini. Saat kita menghadapi permasalahan yang berat dan mungkin ada salah seorang sanak kerabat kita yang dipanggil menghadap Sang Maha Kuasa. Dapatkah anda menghindar dari kesedihan dan ini merupakan bentuk kelemahan manusia.
Bukti lain dari sifat manusia ini dimana manusia tak dapat hidup tanpa bersosialisasi dengan lingkungan. Tak percaya? Ikut saya naik pesawat terbang, kemudian saya dorong anda dari atas sana. Kemudian anda jatuh di lautan luas dan jika selamat, anda akan terdampar di sebuah pulau tak berpenghuni. Bagaimana rasanya? Hal ini tak bertentangan dengan apa yang di firmankan Alloh.
Alloh subhana wa ta’ala berfirman dalam kitabNya
߃̍ムª!$# br& y#Ïeÿsƒä öNä3Ytã 4 t,Î=äzur ß`»|¡RM}$# $ZÿÏè|Ê ÇËÑÈ
Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah. Qur’an surat An-Nisa ayat 28.
2. Bodoh
Manusia memiliki fitrah sebagai sosok yang bodoh, tak tau apa-apa. Coba bersama kita renungkan sifat yang satu ini. Saat kita baruterlahir ke dunia ini, ada kah hal atau sesuatu yang kita ketahui? Pasti kita akan sepakat bahwa kita tak tahu apa-apa. Namun sebagian orang akan menolak pendapat ini. Hal ini dikarenakan mereka menganggap bahwa kita (manusia) ini saat lahir ke dunia ini telah diberikan bekal yang memadai yakni otak yang merupakan bagian dari sistem saraf dalam tubuh manusia. Namun, jika kita mau melihat lebih obyektif terhadap permasalahnyang satu ini maka kita akan berdamai dan mengakui bahwa kita (manusia) memang bodoh. Bayangkan jika kita terlahir ke dunia dimana kita telah memiliki bekal yakni otak, namun tak ada pihak pihak yang dapat mengarahkan atau memfasilitasi agar kita dapat menggunakan dan mengembangkan otak kita, tentu perkembangan manusai tak akan seperti sekarang ini. Dengan kata lain kita tak dapat mengingkari jika kita (manusia) memang bodoh. Alloh berfirman
$¯RÎ) $oYôÊttã sptR$tBF{$# n?tã ÏNºuq»uK¡¡9$# ÇÚöF{$#ur ÉA$t6Éfø9$#ur šú÷üt/r'sù br& $pks]ù=ÏJøts z`ø)xÿô©r&ur $pk÷]ÏB $ygn=uHxqur ß`»|¡RM}$# ( ¼çm¯RÎ) tb%x. $YBqè=sß Zwqßgy_ ÇÐËÈ
Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat epada langit, bumi dan gunung-gunung, Maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu Amat zalim dan Amat bodoh Qur’an surat Al-ahzab ayat 72.
3. Ketergantungan
Saat super star di wawancar oleh seorang wartawan dan ditanya apakah ia telah merasa puas dengan kesuksesan yang telah ia raih sertamerta superstarr tadi menjawab bahwa ia tak pernah merasa puas dengan apa yang telah ia raih, dan akan berusaha untuk menjadi sosok yang lebih baik dari sekarang. Disini kita tak akan membahas mengenai sikap superstarr tersebut, namun yang perlu kita telisik dapatkah seseorang sukses tanpa ada pihak-pihak yang terlibat. Dengan kata lain kita tak dapat hidup jika kita hanya mengandalkan kemampuan kita semata. Bahkan sperma tak akan menjadi seorang bayi, jka tak ada sel telur yang ia buahi. Mari kita renungkan bersama, bahwa kita sesungguhnya tak berdaya alias lemah, dengan demikian kita akan menyadari bahwa kita memerlukan tempat bergantung, sesuatu yang menjadi pegangan saat kita meniti di jembatan kehidupan yang penuh dengan permasalahan. Alloh subhana wa ta’ala berfirman.
* $pkšr'¯»tƒ â¨$¨Z9$# ÞOçFRr& âä!#ts)àÿø9$# n<Î) «!$# ( ª!$#ur uqèd ÓÍ_tóø9$# ßÏJysø9$# ÇÊÎÈ
Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dialah yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji. Qur’an surat fathir ayat 15.
4. Ingkar
Pernahkah anda dibohongi? Atau pernahkah anda berbohong? Alasan apapun tak dapat diterima jika kita menjadi pihak yang dibohongi. Namun bukan permasalah ini yang akan kita bahas karena manusia memiliki segudang alasan dan argumen untuk membela diri. Mari bersama kita merenung dengan sebuah kenyataan bahwa kita memiliki sifat ingkar yang merupakan sunatulloh. Alloh subhana wa ta’ala berfirman
#sŒÎ)ur ãNä3¡¡tB ŽØ9$# Îû ̍óst7ø9$# ¨@|Ê `tB tbqããôs? HwÎ) çn$­ƒÎ) ( $¬Hs>sù ö/ä39¯gwU n<Î) ÎhŽy9ø9$# ÷LäêôÊz÷är& 4 tb%x.ur ß`»|¡RM}$# #·qàÿx. ÇÏÐÈ
dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kamu seru kecuali Dia, Maka tatkala Dia menyelamatkan kamu ke daratan, kamu berpaling. dan manusia itu adalah selalu tidak berterima kasih. Qur’an surat Al-Isro ayat 67
Dari ayat tersebut Alloh memberikan informasi bahwa sesungguhnya kita memiliki sifat ingkar dalam hal kenikmatan yang telah Dia berikan. Semoga kita mendapat hidayah untuk selalu bersyukur atas apa yang telah Dia karuniakan.
5. Syukur
Manusia dengan segala sifat dan tabiat hidup mengarungi lautan dunia yang luas. Seperti apa yang telah tertulis sebelumnya, bahwa manusia adalah makhluk yang ingkar, namun tak adil jika tak ada sifat yang menjadi penyeimbang dalam dirinya. Alloh subhana wa ta’ala berfirman
$¯RÎ) çm»uZ÷ƒyyd Ÿ@Î6¡¡9$# $¨BÎ) #[Ï.$x© $¨BÎ)ur #·qàÿx. ÇÌÈ
Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir. Qur’an surat Al-Insaan ayat 3
Alloh meberikan kita pilihan terhadap apa-apa yang akan kita perbuat terhadap nikmat yang telah Dia berikan kepada kita. Apakah kita akan menjadi sosok yang mensukuri atau malah kita akan menjadi ingkar. Semua kembali ke diri kita masing masing.
6. Fujur dan Taqwa
Seperti pada penjelasan dua point sebelumnya, ingkar dan syukur, sesungguhnya sifat yang mendasar dari keduanya adalah fujur dan taqwa. Fujur adalah bentuk sifat membangkang sedang tqwa adalah sifat taat dan patuh. Alloh subhana wa ta’ala berfirman.
$ygyJolù;r'sù $yduqègéú $yg1uqø)s?ur ÇÑÈ
Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Qur’an surat Asy-Syams ayat 8.
Inilah yang menjadi pokok utama dari sekian banyak sifat yang manusia miliki. Tinggal sifat mana yang kita pilih untuk menjadi sifat yang lebih dominan menguasai diri kita. Mari kita renungkan bersama.
KESIMPULAN
Pantaskah jika kita menyombangkan diri sedang kita telah mengetahui segala sifat dan kekurangan kita? Memang tak ada salahnya jika kita merasa belum puas dengan semua yang telah kita capai selama ini. Namun ada baiknya jika kita berskap lebih bersyukur dan terus memperbaiki diri.
Manusia dengan segenap potensi dan kekurangan yang ada dalam dirinya, tak dapat berbuat apa-apa saat hari pengadilan telah berada dhadapannya. Sebelum hari tersebut memanggil, marilah kita kembali kepada tugas utama kita sebagai makhluk yakni, mengabdi pada Alloh Robbul ‘alamiin.
$tBur àMø)n=yz £`Ågø:$# }§RM}$#ur žwÎ) Èbrßç7÷èuÏ9 ÇÎÏÈ
dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. Qur’an surat Adzariat ayat 56.

0 tanggapan:

Poskan Komentar